|
|
|
 | | Issued Date | : | 03/03/2010 | | Edition | : | #6 | | | |  |
| | DIANE WARREN “Don’t Miss a Thing” | | Diane Warren mungkin adalah songwriter paling gila kerja. Bila ditanya berapa hari dalam setahun ia menulis lagu, jawabannya adalah 365 hari. Baginya musik adalah oksigen, sedangkan menulis lagu adalah bagian dari kegiatannya sehari-hari. Tidak heran hingga sekarang ia telah menulis lebih dari 1.000 dan mencetak lebih banyak hits dibanding Elton John, The Beatles, dan Robbie Williams bila digabung. Tidak ada penulis lagu yang lebih produktif dari Diane Warren. | | JOHN LEGEND “Are You Ready to Go?!” | | Dibesarkan dengan musik gospel, dan belajar piano sejak umur empat tahun, John banyak terlibat dengan aktivitas paduan suara. Tidak hanya dengan paduan suaranya, John mencicipi dunia rekaman komersial, permainan pianonya pun terdengar di lagu “Everything is Everything” yang dinyanyikan Lauryn Hill pada album The Miseducation of Lauryn Hill. | | BABYFACE “The Return of the Romantic Singer” | | Kalau ada penghargaan untuk musisi paling romantis, mungkin Kenneth “Babyface” Edmonds memenangkannya berkali-kali. Dari berbagai wawancara dan reportase yang dimuat di media massa, Babyface sering mengungkapkan, bagaimana ia dapat menemukan “cinta” dan “romantisme” dari berbagai hal. Sekecil dan sebiasa apapun hal tersebut. Sampai-sampai saat memejamkan matapun, Babyface menemukan romantisme cinta seperti yang ia tuliskan di salah satu hit-nya, “Everytime I Close M | | In Our Memory | | Memasuki tahunnya yang ke-6, Jakarta International Java Jazz Festival semakin menjadi festival tujuan musisi jazz berkualitas tingkat dunia. Rasanya kurang pas kalau seorang musisi jazz belum menjajaki ranah Jakarta International Java Jazz Festival, yang telah menjadi salah satu festival jazz terbesar di belahan dunia ini. Di antara mereka yang menyempatkan untuk hadir di Java Jazz Festival sebelum meninggal dunia adalah Wayman Tisdale (2006), Kenny Rankin (2007), dan Roger Burn (2007, 2008). Thank yo | | The Java Jazz Festival Awards | | Sejak 2005, Jakarta International Java Jazz Festival memberikan apresiasi kepada figur yang berprestasi, berkontribusi, dan berjasa terhadap perkembangan musik, terutama jazz. Pada tahun penyelenggaraan yang ke-6, figur penerima Java Jazz Festival Awards adalah: |
|
|